Menjadi orang suci (pemangku) memang bukan hal yang mudah, dimana orang suci/ekajati dituntut tidak hanya menjadi pemimpin dalam hal ritual upacara tetapi menjadi panutan yang dapat mengayomi dan membina umat menuju spiritual. Didalam masyarakat setiap tingkah laku seorang pemangku harus mencerminkan penerapan dari ajaran agama, sedangkan didalam fungsinya sebagai pemimpin upacara seorang pemangku hendaknya menguasai segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan upacara khususnya mantra - mantra.
Buku ini memuat beberapa pedoman berperilaku bagi seorang pemangku dan mantra - mantra dalam pelaksanaan upacara seperti Dewa Yajna; Dewa Pratistha, ngelukat bebanten, upacara pawiwahan seperti; ngaturang byakala, natab banten bayakaon dan dalam upacara manusia yajna khususnya dalam rangkaian upacara kelahiran bayi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar